Langsung ke konten utama

PENGANTAR OSEANOGRAFI



PENGANTAR OSEANOGRAFI

Oleh : Yulmaela Matu .P (1610716220017)
1.    Jelaskan bagaimana kondisi oseanografi( fisika, kimia, sedimen dan biologi) dilokasi praktek lapang masing-masing !
2.    Suatu pengukuran gelombang diperairan pesisir Sarangtiung diperoleh data sebagai berikut:
No Gelombang
H (m)
T (detik)
No Urut
H (m)
T (detik
Contoh 1610714220006 yang diambil adalah dua angka terakhir     Jadi
H=2,2+0,06=2,26
T=5,1+0,06=5,16
1
1,34
4,23
18
2,85
6,30
2
1,77
5,19
14
2,80
6,25
3
2,45
5,80
3
2,45
5,80
4
1,16
4,03
13
2,37
5,27
5
1,12
4,00
25
2,30
5,69
6
1,45
4,85
11
2,26
5,62
7
1,57
4,47
30
2,24
5,60
8
1,21
4,12
29
2,20
5,45
9
1,79
4,67
22
2,10
5,49
10
1,77
5,19
15
2,07
4,89
11
2,26
5,62
16
2,05
4,85
12
1,69
5,10
19
2,02
5,42
13
2,37
5,27
26
2,02
5,42
14
2,80
6,25
21
1,94
5,34
15
2,07
4,89
23
1,94
5,34
16
2,05
4,85
24
1,90
5,30
17
1,69
5,10
9
1,79
4,67
18
2,85
6,30
2
1,77
5,19
19
2,02
5,42
10
1,77
5,19
20
1,68
5,05
12
1,69
5,10
21
1,94
5,34
17
1,69
5,10
22
2,10
5,49
20
1,68
5,05
23
1,94
5,34
27
1,65
5,00
24
1,90
5,30
31
1,62
4,90
25
2,30
5,69
28
1,60
4,65
26
2,02
5,42
7
1,57
4,47
27
1,65
5,00
6
1,45
4,85
28
1,60
4,65
1
1,34
4,23
29
2,20
5,45
8
1,21
4,12
30
2,24
5,60
4
1,16
4,03
31
1,62
4,90
5
1,12
4,00
Hitunglah :
a.       Tinggi gelombang signifikan
b.      Tinggi gelombang rata-rata
c.       Periode gelombang signifikan
d.      Panjang gelombang
e.       Energi gelombang
Jawab :
1.    Kondisi Oseanografi :
a.    Fisik
·      Gelombang
Bentuk gelombang di lokasi praktek cenderung tidak menentu, bentuk gelombangnya tergantung pada beberapa sifat gelombang, periode dan tinggi dimana gelombang tersebut dibentuk. Gelombang yang terbentuk akan bergerak ke luar menjauhi pusat asal gelombang dan merambat ke segala arah, serta melepaskan energinya ke pantai dalam bentuk empasan gelombang atau partikel- partikel pecahan air yang berwarna putih. Rambatan gelombang ini dapat menempuh jarak ribuan kilometer sebelum mencapai suatu pantai, jenis gelombang ini disebut (Swell).
·      Pasang surut
   Hasil pengukuran pasang surut di lokasi praktek dilakukan di muara sungai (Estuari) dalam waktu per 30 menit. Dalam hasil perhitungan secara manual berdasarkan grafik dalam hitugan per 30 menit  pasang tertinggi 202 cm, surut terendah 56 cm, dan  tunggangan pasut 132 cm.
b. Kimia
              Hasil pengukuran suhu di lokasi praktek dengan mengukur salinitas dan suhu umumnya berkisar antara 28,5 – 31 oC pada semua stasiun, yang merupakan kondisi normal suhu didaerah tropis. Suhu terendah diperoleh hasil hasil 28,5oC dan suhu tertinggi diperoleh hasil 31oC. Berdasarkan peta sebaran suhunya dapat di ketahui bahwa suhu yang lebih rendah terletak di perairan yang dekat dengan daratan dan semakin menjauh ke arah laut, suhu pun semakin meningkat.
c. Sedimen
Pada saat dilokasi praktik yaitu pada muara sungai (estuari) termasuk dalam kondisi yang kurang baik, kondisi ini dikarenakan pengaruh gelombang dan pasang surut yang menyebabkan terbawanya pasir ke muara sungai, kemudian mengendap dan terakumulasi dimuara sungai tersebut dan kemudian muara sungai tersebut akhirnya menyebabkan pendangkalan yang mengganggu aktifitas masyarakat sekitar.
d. Biologi
·      Nekton di lokasi praktik dikatakan baik karena dari segi suburnya perairan yang kaya akan   organisme, biota-biota perairan dan jenis hewan lainnya yang saling berhubungan membentuk rantai makanan.
·   Bentik termasuk dalam kondisi atau parameter biologi. Kondisi bentik  yang terdapat di lokasi praktek kurang baik, karena banyak ditemukan pecahan bivalvia dan gastropoda serta jarang ditemukan spesies yang utuh dan hidup.

2.    a. Tinggi gelombang signifikan :
 
  Hs  =    (2,85 + 2,80 + 2,45 + 2,37 + 2,30 + 2,26 + 2,24 + 2,20 + 2,10 + 2,07 + 2,05)
  Hs = 0,096 (25,69)
             Hs = 2,466 m
b.      Tinggi gelombang rata-rata :
            
 = 2,85 + 2,80 + 2,45 + 2,37 + 2,30 + 2,26 + 2,24 + 2,20 + 2,10 + 2,07 + 2,05 + 2,02 + 2,02 + 1,94 + 1,94 + 1,90 + 1,79 + 1,77 + 1,77 + 1,69 + 1,69 + 1,68 + 1,65 + 1,62 + 1,60 + 1,57 + 1,45 + 1,34 + 1,21 + 1,16 + 1,12
31
                       
          =  58,62
                 31
          = 1,890 m.
c.       Periode gelombang signifikan : 
             Diketahui :   t =  158,58 detik
                      n = 31
                   
                     = 
secon
d.      Panjang Gelombang :  L = 1,56 x (t)2
                                                     = 1,56 x (5,11)2
                                                      = 1,56 x 26,11
                                                      = 40,73 m
e.       Energi Gelombang :
                                                     = 1,025 x 9,8 x (1,890)2
                                                     = 1,025 x 9,8 x 3,572
                                                     =  35,880 joule.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PETA ANALOG DAN PETA DIGITAL

PETA ANALOG DAN PETA DIGITAL Peta diperlukan sebagai petunjuk lokasi wilayah, alat penentu lokasi pengambilan sampel di lapangan, sebagai alat analisis untuk mencari satu output dari beberapa input peta (tema peta berbeda) dengan cara tumpangsusun beberapa peta (overlay), dan sebagai sarana untuk menampilkan berbagai fenomena hasil penelitian seperti peta kepadatan penduduk, peta daerah bahaya longsor, peta daerah genangan, peta ketersediaan air, peta kesesuaian lahan, peta kemampuan lahan, dan sebagainya. Sistem Informasi Geografis atau disingkat SIG merupakan suatu sistem berbasis komputer yang digunakan untuk mengumpulkan, menyimpan, mengatur, mentransformasi, memanipulasi, dan menganalisis data-data geografis. Data geografis yang dimaksud disini adalah data spasial yang ciri-cirinya adalah sebagai berikut : 1. Memiliki geometric properties seperti koordinat dan lokasi. 2. Terkait dengan aspek ruang sepertibpersil, kota, kawasan pembangunan. 3. Berhubungan dengan semua f...

APLIKASI SIG DALAM PEMETAAN WISATA MANGROVE

APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) DALAM PEMETAAN WISATA MANGROVE DI PAGATAN BESAR KABUPATEN TANAH LAUT APPLICATION OF GEOGRAPHIC INFORMATION SYSTEM (GIS) IN MANGROVE TOURISM MAPPING IN BIG MORNING TANAH LAUT DISTRICT Yulmaela Matu .P Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Jl. A. Yani Km 36, Kampus ULM Banjarbaru Email: Yulmaelamatu27@gmail.com Abstrak Mangrove merupakan varietas pantai tropis, yang didominasi oleh beberapa spesies pohon mangrove dan memiliki fungsi ekologis penting antara lain sebagai tempat pemijahan, pengasuhan dan mencari makan bagi biota tertentu. Selain itu hutan mangrove juga mampu berperan sebagai penahan abrasi. Hutan mangrove merupakan ekosistem dengan tingkat produktivitas yang tinggi dengan berbagai macam fungsi ekonomi, sosial dan lingkungan yang penting. Salah satu fungsi sosial mangrove adalah memungkinkannya berfungsi sebagai tujuan wisata. Oleh karena i...

STRATEGI DAN KEBIJAKAN PEMETAAN HUTAN MANGROVE DI DESA PAGATAN BESAR

STRATEGI DAN KEBIJAKAN PEMETAAN HUTAN MANGROVE DI PAGATAN BESAR KABUPATEN TANAH LAUT STRATEGY AND MANGROVE FOREST MAPPING POLICY IN PAGATAN BESAR, TANAH LAUT DISTRICT Yulmaela Matu .P Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Jl. A. Yani Km 36, Kampus ULM Banjarbaru Email: Yulmaelamatu27@gmail.com Abstrak Hutan mangrove sering disebut hutan payau atau populer dengan sebutan hutan bakau. Disebut hutan payau, karena hutan ini tumbuh di atas substrat (media tumbuh) yang digenangi campuran air laut dan juga air tawar.  Perpaduan keduanya menjadikan air di daerah tersebut menjadi payau.  Disebut hutan bakau, karena orang sering mengenali dengan keberadaan spesies bakau ( Rhizopora sp ) yang dominan. Hutan mangrove tumbuh di sepanjang pesisir pantai, muara sungai, bahkan ada yang tumbuh di rawa gambut. Komunitas dan pertumbuhan hutan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor alam, misalnya tipe tanah, s...