Sejarah penemuan
dan perkembangan teknologi akustik secara global hingga perkembangannya di
Indonesia
Pengertian Akustik
Akustik adalah sebuah bidang yang cakupan bahasannya
tentang gelombang suara dan perambatannya dalam suatu medium. Akustik kelautan adalah
teori yang membahas tentang gelombang suara dan perambantannya dalam suatu
medium air laut. Akustik kelautan merupakan satu bidang kelautan yang untuk
mendeteksi target di kolom perairan dan dasar perairan dengan menggunakan
suara sebagai mediannya.
·
Sejarah penemuan
dan perkembangan akustik secara global
Akustik
merupakan teori yang membahas tentang gelombang suara dan perambatannya dalam
suatu medium. Sedangkan akustik kelautan adalah teori yang membahas tentang
gelombang suara dan perambantannya dalam suatu medium air laut. Akustik
kelautan merupakan satu bidang kelautan yang umendeteksi target di kolom
perairan dan dasar perairan dengan menggunakan suara sebagai mediannya. Studi
kelautan dengan menggunakan akustik sangat m embantu peneliti untuk mengetahui
objek yang berada di kolom dan dasar perairan. Objek ini dapat berupa plankton,
ikan, jenis subtrat maupun kandungan minyak yang berada di bawah dasar
perairan.
Di mulai dari penemuan Aristoteles
pada tahun 384-322 SM yang menyatakan bahwa suara bisa terdengar di dalam air. Pada
tahun 1452-1519 Leonardo da vinci menyatakan bahwa “Dengan menempatkan ujung pipa yang
panjang didalam laut dan ujung lainnya di telinga anda, dapat mendengarkan
kapal-kapal laut dari kejauhan”. Ini mengindikasikan bahwa suara dapat
berpropagasi di dalam air. Kemudian di
lanjutkan penemuan Marsenna dan Galileo pada tahun 1620 yang menyatakan pada
sifat dan perilaku suara dan pengukuran awal kecepatan suara di udara. Beberapa
dekade kemudian, pada tahun 1687 Sir Issac Newton menerbitksan teori matematika
pertama mengenai bagaiman suara bergerak, dalam karyanya yang besar,
Philosophiae Naturalis Principia Mathematic, “Rational Mechanics will be the science of motions resulting from any
forces whatsoever, and of the forces required to produce any motions,
accurately proposed and demonstrated and therefore we offer this work as
mathematical principles of philosophy. For all the difficulty of philosophy
seems to consist in this from the phenomena of motions to investigate the
forces of Nature, and then from these forces to demonstrate the other phenomena
Meskipun Newton terfokus pada suara diudara, teori matematika dasar yang sama
berlaku untuk suara dalam air”. Pada tahun 1743, Abbe J.A Nollet melakukan
percobaan yang menyatakan bahwa alarm yang berdentang bisa dengan mudah di
dengar di dalam air, tetapi tidak di udara. Hal ini menunjukkan perjalanan
suara melalui air.
Pengukuran pertama mengenai kecepatan suara di dalam
air sukses pada tahun 1800 menggunakann tabung panjang untuk mendengarkan bawah
air. Da vinci ilmuawan pada tahun 1826 mencatat seberapa cepat bunyi lonceng
terendam mengalami perjalanan melintas danau jenewa. Swiss, Jean-Daniel Colladon,
Fisikawan dan Charles-Francois Sturm, seorang matematikawan membuat percobaan
pertama untuk menemukan kecepatan suara dalam air. Dalam percobaan mereka,
lonceng bawah air dipukul bersamaan dengan penyalaan mesiu pada kapal pertama.
Suara bel dan flash dari bubuk mesiu yang diamati 10 mil jauhnya.

Gambar 1. Percobaan pertama untuk menentukan kecepatan
suara dalam air
Colladon dan Sturm mengukur suhu air
di danau 8 derajat. Pada suhu ini mereka menentukan kecepatan suara dalam air
segar 1435 m/detik. Yang berbeda dari nilai saat diterima hanya 3 m/detik.
Hasil penemuan mereka ini dipublikasikan yang dibuat pada tahun 1820. Pada
waktu yang hampir sama para ilmuwan berpikir tentang aplikasi praktis dari
suara bawah air. Salah satu aplikasinya yang digunakan untuk mengukur kedalaman
air dengan menurunkan garis tertimbang pada dek kapal namun hasilnya tidak
begitu akurat. Pada tahun 1838 Charles Bonnycastle melakukan percobaab dengan echo sounding. Dan akhirnya aplikasi
yang penting untuk suara bawah air adalah echo
sounding.
Pada tahun 1877 dan 1878, ilmuwan
Inggris William Strut Yohanes juga dikenal sebagai Lord Layleigh, diterbitkan
teori suara, dengan karya yang dianggap sebagai tanda awal dari studi modern
akustik. Kemudia merumuskan persamaan gelombang, alat matematika yang
menggambarkan geombang suara yang merupakan dasar untuk semua pekerjaan pada
akustik. Karyanya mengatur perkembangan ilmu dan penerapan akustik bawah air
pada abad ke-20.
Menjelang akhir 1800-an, lalu lintas
kapal meningkat menimbulkan kekhawatiran tentang navigasi. Pada tahun 1889, American Lighthouse Board menyebutkan
bahwa alternatif yang digunakan adalah bel air dan sistem microfon yang
dirancang oleh Lucien Blake. Pada tahun1901, sekelompok ilmuwan yang percaya
bahwa suara bawah air akan memberikan peringatan yang paling dapat diandalkan,
membentuk Submarine Signal Company.
Perkembangan akustik lebih lanjut dapat dilihat pada Perang Dunia pertama
khususnya digunakan untuk pendeteksian kapal-kapal selam yang ada dibawah laut.
Pendeteksian ini menggunakan 12 hydrophone ( setara dengan microphone untuk
penggunaan di darat) yang diletakan memanjang di bawah kapal laut untuk mendengarkan sinyal suara yang berasal dari
kapal selam.
Perkembangan akustik yang sangat pesat pada saat Perang
Dunia pertama terutama digunakan untuk pendeteksian kapal-kapal selam yang ada
dibawah laut. Pendeteksian ini menggunakan 12 hydrophone
(yang setara dengan microphone untuk
penggunaan didarat) yang diletakan memanjang di bawah kapal laut untuk
mendengarkan sinyal suara yang berasal dari kapal selam. Setelah Perang Dunia
I, perkembangan akustik kelautan cenderung stgnan ini dikarenakan pada saat itu
belum adanya perkembangan lebih lanjut dan penggunakan akustik kelautan lebih
difokuskan untuk keperluan militer. Pada saat Perang Dunia di mulai
penggunakaan akustik kembali berkembang dengan pesat. Penggunaan torpedo yang
menggunakan sinyal akustik untuk mencari kapal musuh adalah penemuan yang hebat
pada jaman itu.
Pada akhir perang dunia II barulah pengetahuan tentang akustik
lebih berkembang atau makin meluas. Bukan hanya untuk keperluan militer saja
tapi juga untuk keperluan non – militer diantaranya : mempelajari proses
perambatan suara didalam medium air, penelitian sifat-sifat akustik dari air
dan benda-benda bawah air, pengamatan benda-benda dari echo yang mereka
hasilkan, pendeteksian sumber-sumber suara bawah air, komunikasi dan penetapan
posisi dengan alat akustik bawah air.
·
Perkembangan Akustik Kelautan Saat ini Terutama diIndonesia
Perkembangan
akustik kelautan di Indonesia makin intensif pada decade tahun 70an. Pada
decade ini, ilmu tentang akustik diterapkan dalam pendeteksian dan pendugaan
stok ikan, yakni dengan dikembangkannya analog echo integrator dan echo
counter. Perkembangan ilmu tentang akustik ini dapat di lihat
di Negara Inggris dan di beberapa Negara lain seperti Norwegia, Amerika,
Jepang, Jerman dan sebagainya.
Perkembangan
selajutnya adalah diketemukannya digital echo
integrator dual beam acoustic system,
split beam acoustic system, quasy ideal
beam system dan aneka echo processor
canggih lainnya, barulah ketelitian dan ketepatan pendugaan stock ikan dapat
ditingkatkan sehingga akhir-akhir ini peralatan akustik menjadi peralatan
standar dalam pendugaan stok ikan dan manajemen sumberdaya perikanan.
Pada
saat sekarang ilmu akustik di manfaatkan untuk aplikasi dalam survei kelautan,
budidaya perairan, penelitian tingkah laku ikan, aplikasi dalam studi
penampilan dan selektivitas alat tangkap, bioakustik. Aplikasi
dalam survei kelautan, dengan akustik kita dapat menduga spesies ikan yang ada
di daerah tertentu dengan menggunakan pantulan dari suara, semua spesies
mempunyi target strengh yang berbeda-beda. Aplikasi dalam dunia budidaya untuk
pendugaan jumlah ekor, biomass dari ikan dalam jaring/kurungan pembesaran untuk
menduga ukuran dari individu ikan dalam jaring kurungan, memantau tingkah laku
ikan dengan acoustic tagging.
Aplikasi
akustik dalam tingkah laku ikan meliputi pergerakkan migrasi ikan dengan
acoustic tagging, orientasi target (tilt
angle), reaksi menghindar terhadap gerak kapal survei dan alat tangkap,
respon terhadap rangsangan/stimuli cahaya, suara, listrik, hidrodinamika,
komia, mekanik dan sebagainya. Aplikasi dalam studi penampilan dan selektivitas
alat tangkap ikan meliputi pembukaan mulut trawl
dan kedalaman, selektivitas penangkapan dengan melihat ukuran ikan target.
Sumber
: Bahan ajar mata kuliah akustik kelautan
Komentar
Posting Komentar